Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan, 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Terdampak

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:30 WIB
Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan, 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Terdampak

Jakarta - Situasi di Timur Tengah lagi memanas, dan efeknya langsung terasa di bandara. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute ke Arab Saudi mulai ambil langkah hati-hati. Ada yang mengubah jalur penerbangan, ada juga yang menunda jadwal. Semua ini dilakukan buat mengantisipasi dinamika keamanan regional yang belum jelas arahnya.

Nah, kondisi ini bikin ribet juga buat jamaah umrah asal Indonesia. Baik yang masih di tanah air nunggu giliran berangkat, maupun yang sudah ada di Arab Saudi dan rencananya mau pulang. Jadwal mereka jadi berantakan.

Menurut data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus – atau yang biasa disebut SISKOPATUH – jumlah jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi mencapai sekitar 58.873 orang. Cukup banyak juga. Pemerintah bilang, mereka semua dalam pantauan melalui koordinasi dengan perwakilan dan otoritas setempat. Tapi, wajar saja kalau keluarga di rumah merasa was-was.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus memantau perkembangan. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyebut pemantauan dilakukan secara cermat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga punya pesan buat para penyelenggara. Menurutnya, PPIU harus aktif bangun komunikasi. Entah itu dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI di Jeddah, atau KBRI di Riyadh. Tujuannya jelas: biar informasi mengalir lancar dan tindakan bisa diambil dengan cepat kalau ada perkembangan baru.

Jadi, intinya situasi memang sedang tidak stabil. Namun begitu, pihak berwenang berusaha mengelola keadaan sebaik mungkin. Bagi jamaah dan keluarga, yang utama sekarang adalah menjaga komunikasi dan mencari info dari sumber yang benar-benar terpercaya. Jangan sampai termakan hoax yang malah bikin suasana makin runyam.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar