Di lapangan, semua diatur oleh Dirgakkum Korlantas, Brigjen Pol. Faizal. Dialah yang mengoordinasikan strategi penindakan dan pengaturan arus. Sementara dukungan teknisnya ada di tangan Kasubdit Dakgar Ditgakkum, Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto, yang memastikan sistem drone ETLE ini berjalan optimal dan terhubung dengan pusat data.
Teknologinya sendiri memang menarik. Dengan drone berteknologi tinggi, proses dokumentasi pelanggaran bisa dilakukan secara elektronik dan objektif. Tanpa interaksi langsung antara petugas dan pengendara di jalan. Hasilnya? Transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Fokus pengawasannya beragam, mulai dari pelanggaran marka jalan, nerobos lampu merah, main HP saat nyetir, sampai yang nggak pakai helm atau sabuk keselamatan. Semua dicatat berdasarkan bukti digital yang sah.
Namun begitu, pendekatannya nggak cuma soal tilang. Korlantas bilang, mereka tetap mengedepankan prinsip humanis dan edukatif. Kehadiran drone ini juga berfungsi sebagai sarana pencegahan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal pentingnya disiplin di jalan terutama di bulan Ramadan.
Jadi, lewat sinergi antara teknologi modern dan kesiapan personel, Korlantas berharap kawasan itu tetap aman dan terkendali. Masyarakat pun bisa menjalani aktivitas ngabuburit dan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman dan tertib. Semoga saja.
Artikel Terkait
Polres Bogor Realisasikan Program Bedah Rumah ASRI untuk 13 Hunian Tidak Layak
AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar, Desak Rakyat Iran Gulingkan Rezim
Iran Tutup Selat Hormuz, Pasokan Energi Global Terancam Pasca Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Usulkan Haul Ulama Betawi dan Revitalisasi MTQ Jelang HUT Jakarta