Namun begitu, tuduhan dari Rusia ini bukan cuma omong kosong belaka. Pekan ini, badan intelijen luar negeri Rusia secara resmi menuding Inggris dan Prancis aktif bekerja untuk menyediakan bom nuklir bagi Ukraina. Menurut mereka, kedua negara NATO itu punya keyakinan sendiri: dengan memiliki senjata pemusnah massal, posisi tawar Ukraina di meja perundingan akan jauh lebih kuat.
Konflik yang sudah berlarut-larut ini, yang kini memasuki tahun kelima, memang membuat berbagai skenario ekstrem mulai dipertimbangkan.
Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store, Zelenskyy sudah lebih dulu membantah tuduhan Rusia. Dia menyebut semua itu cuma taktik tekanan, terutama karena perundingan damai yang dimediasi AS sedang digodok. Menurutnya, ini cara Moskow mengacaukan situasi sebelum dialog penting benar-benar dimulai.
Informasi ini dilaporkan berdasarkan sumber dari Anadolu.
Artikel Terkait
KPK Geledah Lokasi di Pati untuk Perkuat Bukti Kasus Pemerasan Perangkat Desa
Israel Tutup Wilayah Udara dan Berlakukan Status Darurat Usai Serangan ke Iran
Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terpidana Korupsi Minyak Pertamina
Polres Metro Tangerang Kota Gelar Buka Puasa Bersama 550 Warga dan Pengemudi Ojol