Inilah tantangan besar yang dihadapi anak muda masa kini. Menurut Misbakhun, Ramadan bisa jadi awal yang baik untuk mulai mengatasi hal ini. Caranya? Dengan sedikit mengurangi kebiasaan 'scroll' layar dan lebih banyak merenung.
Dia mengajak semua, terutama generasi muda, untuk mengisi Ramadan dengan hal-hal positif. Isinya tak melulu soal spiritual pribadi, tapi juga bagaimana dampaknya ke sosial.
Relasi yang baik dengan teman, saudara, dan orang tua juga perlu diperkuat. Tak ketinggalan, kontribusi pada komunitas, baik yang kecil maupun yang lebih besar. Intinya, Ramadan ini diharapkan bisa jadi titik balik; dari individu yang pasif menerima informasi menjadi pribadi yang aktif menyaring dan memberi manfaat.
Artikel Terkait
Badan Gizi Nasional Tangguhkan 47 SPPG Temukan Makanan Tak Layak
Zelensky Bantah Klaim Rusia Soal Tawaran Senjata Nuklir dari Inggris dan Prancis
Taman Kota Cawang Diduga Jadi Lokasi Praktik Asusila, Akses Gelap Ditutup
Mudik Lebaran Dimulai Lebih Awal, Stasiun Gambir Ramai Pemudik