Misbakhun: Politik Tak Kenal Jalan Buntu, Selalu Ada Opsi Kebijakan

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:30 WIB
Misbakhun: Politik Tak Kenal Jalan Buntu, Selalu Ada Opsi Kebijakan

Misbakhun lantas menjabarkan contoh nyata: perubahan skema subsidi pupuk dari cost plus margin menjadi market to market atau subsidi hulu. Skema lama, cost plus, dinilainya terus membebani keuangan negara.

"Dengan harga pasar plus, negara justru menghemat. Kalau dulunya berapapun harga yang dipatok oleh operator subsidi, itu negara akan bayar plus keuntungannya. Lah kalau sekarang dengan mekanisme pasar, kemudian silakan mereka menggunakan mekanisme pasar, artinya apa? Mereka harus efisien. Negara justru bisa menghemat. Penghematannya berapa? 20-an persen,"

paparnya panjang lebar.

Tak lupa, ia menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memotong harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% untuk petani. Langkah itu, dalam pandangannya, sangat meringankan petani.

"Bahkan keputusan yang luar biasa dari Pak Presiden, 20 persen itu bukan diambil oleh negara, tapi dijadikan diskon untuk petani. Itu kan pilihan politik,"

imbuhnya menekankan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar