Kombinasi fenomena-fenomena atmosfer ini, kata Diah, jadi pemicu utama. "Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi," jelasnya. Intinya, bahan baku untuk hujan deras sudah terkumpul banyak.
Karena itu, imbauan kewaspadaan khusus dikeluarkan untuk sejumlah provinsi. Mulai dari Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, hingga Sulawesi Selatan dan Maluku. Di daerah-daerah ini, hujan bukan cuma gerimis biasa, tapi berpotensi lebat bahkan sangat lebat.
Bagaimana dengan kota-kota besar?
Kalau lihat prakiraan per kota, gambarnya jadi lebih detail. Untuk kawasan barat Indonesia, Jambi dan Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan yang disertai petir. Yogyakarta kemungkinan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Sementara itu, hujan ringan diprakirakan menyapa Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang, dan sebagian besar kota di Pulau Jawa. Di Kalimantan, Tanjung Selor dan Palangkaraya juga berpotensi sama. Cuaca mendung hingga berawan tebal lebih mungkin terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Pontianak, Samarinda, dan Banjarmasin. Khusus Padang, waspadai kemungkinan asap atau kabut yang mengurangi jarak pandang.
Giliran wilayah timur, Makassar berpeluang mengalami hujan sedang. Hujan ringan berpotensi turun di Denpasar, Mataram, Kupang, sebagian wilayah Sulawesi, Ternate, Ambon, dan beberapa area di Papua. Khusus untuk Jayapura, prakirawan memperkirakan cuaca akan didominasi awan saja. Jadi, siapkan payung atau jas hujan sebelum keluar rumah, dan selalu pantau perkembangan info terbaru dari BMKG.
Artikel Terkait
PPP Genjot Konsolidasi Nasional, Sasar Kalbar untuk Pemilu 2029
IHSG Melemah Tipis ke 8.235, Meski Nilai Transaksi Harian Melonjak 25%
Fadli Zon dan MD Entertainment Bahas Regulasi dan Kolaborasi untuk Majukan Film Nasional
Pemkab Bogor Sediakan 55 Armada Angkutan Gratis untuk Mudik Lebaran