Sudah dua pekan lamanya, hamparan sawah di Rorotan, Jakarta Utara, terendam banjir. Hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utamanya. Rabu lalu, kondisi memprihatinkan itu masih terlihat jelas: air genangan masih menyelimuti lahan-lahan hijau milik warga.
Dampaknya bagi para petani tentu sangat besar. Bayangkan saja, tanaman padi yang sebenarnya sudah siap panen, terpaksa terendam. Akibatnya, hasil panen mereka anjlok drastis bisa dibilang turun sampai setengahnya.
Padahal, kalau kondisi normal, satu kali panen di lahan itu bisa menghasilkan padi hingga 20 ton. Kini? Hasilnya cuma menyisakan sekitar 6 ton per musim tanam. Kerugian yang tidak main-main.
Bagi petani setempat, situasi ini jelas sebuah pukulan berat. Mereka tak hanya kehilangan hasil kerja keras berbulan-bulan, tetapi juga harus memikirkan cara bertahan sampai musim tanam berikutnya. Banjir yang berkepanjangan ini benar-benar menguji ketahanan sektor pertanian di pinggiran ibu kota.
Artikel Terkait
Nasib Tragis Iran di Piala Dunia 2026: Gagal Lolos Setelah Drama Politik dan Lapangan
Rektor PTN Usulkan Tambahan Beasiswa dan Dana Riset ke Prabowo
Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Malaysia-Pontianak, Sita Barang Bukti Rp7,56 Miliar
Tri Tito Karnavian: Keluarga Kunci Utama Pembentukan Karakter Anak