Sudah dua pekan lamanya, hamparan sawah di Rorotan, Jakarta Utara, terendam banjir. Hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utamanya. Rabu lalu, kondisi memprihatinkan itu masih terlihat jelas: air genangan masih menyelimuti lahan-lahan hijau milik warga.
Dampaknya bagi para petani tentu sangat besar. Bayangkan saja, tanaman padi yang sebenarnya sudah siap panen, terpaksa terendam. Akibatnya, hasil panen mereka anjlok drastis bisa dibilang turun sampai setengahnya.
Padahal, kalau kondisi normal, satu kali panen di lahan itu bisa menghasilkan padi hingga 20 ton. Kini? Hasilnya cuma menyisakan sekitar 6 ton per musim tanam. Kerugian yang tidak main-main.
Bagi petani setempat, situasi ini jelas sebuah pukulan berat. Mereka tak hanya kehilangan hasil kerja keras berbulan-bulan, tetapi juga harus memikirkan cara bertahan sampai musim tanam berikutnya. Banjir yang berkepanjangan ini benar-benar menguji ketahanan sektor pertanian di pinggiran ibu kota.
Artikel Terkait
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus