Tanggal 28 Februari dalam Catatan Sejarah: Rentetan Tragedi dari Perang, Konflik, hingga Bencana

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:00 WIB
Tanggal 28 Februari dalam Catatan Sejarah: Rentetan Tragedi dari Perang, Konflik, hingga Bencana

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 28 Februari 1991, sebuah perang besar berakhir. Perang Teluk I yang dipicu invasi Irak ke Kuwait itu resmi dihentikan. Koalisi PBB pimpinan AS berhasil mengusir Irak dari Kuwait. Tapi kemenangan itu dibayar mahal: sekitar 378 tentara koalisi gugur, sementara korban di pihak Irak diperkirakan mencapai 25.000 jiwa.

Bencana alam juga tak kalah kejam. Pada tanggal yang sama tahun 1997, gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah utara Iran, dekat Ardabil. Guncangan yang hanya 15 detik itu sudah cukup untuk merenggut 1.100 nyawa, melukai 2.600 orang, dan meratakan 12.000 rumah. Tak cuma itu, 160.000 ternak juga mati. Kerusakannya luar biasa.

Memasuki milenium baru, kekerasan komunal masih terjadi. Di Gujarat, India, kerusuhan meledak pada 2002 setelah Kereta Sabarmati Express dibakar dan menewaskan 58 peziarah Hindu. Amuk massa yang menyusul sungguh mengerikan. Akhirnya, 790 warga Muslim dan 254 warga Hindu dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Terakhir, di Irak yang masih carut-marut pasca-invasi, teror terus berlanjut. Tanggal 28 Februari 2005, sebuah bom bunuh diri meledak di pusat rekrutmen polisi di Al Hillah. Dua polisi tewas, sembilan warga sipil terluka. Serangan ini hanyalah satu dari rentetan aksi teror yang mewarnai Irak di pertengahan dekade 2000-an, menggambarkan betapa sulitnya perdamaian di sana.

Begitulah. Dari tahun ke tahun, tanggal 28 Februari seolah menjadi pengingat betapa rapuhnya manusia di hadapan konflik, kekerasan, dan alam. Setiap peristiwa meninggalkan luka dan pelajaran yang dalam.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar