Di tengah ramainya perbincangan soal anggaran, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara. Kali ini, dia menanggapi polemik seputar program Makan Bergizi Gratis yang disebut-sebut bakal menggerus dana pendidikan nasional. Dengan tegas, Teddy membantah narasi tersebut.
"Saya ingin meluruskan pemahaman dan narasi yang keliru," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat lalu.
"Jadi, kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan. Sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru."
Menurut Teddy, program MBG justru punya tujuan jangka panjang: meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Soal penganggarannya, dia bilang semuanya sudah melalui proses yang jelas. Pemerintah dan DPR sudah duduk bersama, bahkan pembahasannya sampai ke tingkat Badan Anggaran. Jadi, semuanya transparan.
Lalu, benarkah program ini bakal mengurangi alokasi untuk pendidikan?
"Kemudian pertanyaannya adalah, apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak," tegasnya.
Dia melanjutkan, pemerintahan saat ini sama sekali tidak menghentikan program-program pendidikan dari era sebelumnya. Malah, menurutnya, banyak yang justru ditambah atau diperluas jangkauannya.
"Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah."
Artikel Terkait
Kemensos Gandeng Perusahaan Jepang Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver
AS dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Jadi Kemitraan Utama
Prabowo dan Putin Sepakati Percepatan Kerja Sama Strategis di Moskow
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Flores Timur