Ancaman perang di Timur Tengah kembali memanas. Kali ini, peringatan keras datang dari Kataib Hizbullah, milisi Irak yang punya hubungan erat dengan Iran. Mereka sudah memerintahkan anak buahnya untuk bersiap. Skenarionya? Sebuah perang panjang dan melelahkan, jika Amerika Serikat benar-benar nekat menyerang Iran.
“Di tengah ancaman Amerika dan peningkatan militer yang menunjukkan eskalasi berbahaya di wilayah tersebut, diperlukan bagi semua petempur untuk bersiap menghadapi potensi perang atrisi yang panjang,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Jumat lalu.
Tak cuma itu. Mereka juga mengingatkan AS soal risiko “kerugian besar” yang bakal diderita jika konflik sampai pecah. Peringatan ini jelas bukan omong kosong belaka.
Seorang komandan lapangan Kataib Hizbullah, yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi hal itu. Menurutnya, campur tangan mereka sangat mungkin terjadi.
“Kami memandang Iran strategis bagi kepentingan kami sendiri,” ujarnya. “Setiap serangan terhadap Teheran secara langsung mengancam kami.”
Ini menarik. Soalnya, waktu ketegangan Iran-Israel meledak tahun lalu dan perang berkecamuk selama 12 hari, kelompok-kelompok bersenjata Irak ini justru memilih diam. Mereka tak ikut campur. Tapi situasi sekarang, rupanya, dianggap berbeda.
Komandan tadi menjelaskan, sikap mereka kali ini akan jauh lebih agresif. “Kami akan mengurangi sikap menahan diri,” tegasnya. Terutama, jika serangan yang dilancarkan AS bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran. Ancaman itu kini menggantung, menunggu realitas berikutnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor dengan Modus Jualan Roti Keliling
Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi
Pakar: Gencatan Senjata AS-Iran Masih Bisa Diperpanjang dengan Syarat
Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Dilanjutkan Pagi Ini