"Operasi pembalasan besar-besaran telah dimulai kembali terhadap pusat-pusat militer Pakistan dari Kandahar dan Helmand," tambahnya.
Di sisi lain, Pakistan punya alasan sendiri. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut aksi militernya hanyalah respons. Pasukan Taliban Afghanistan disebut lebih dulu menyerang pada Kamis (26/2) pagi waktu setempat. Serangan itu digambarkan sebagai aksi "tanpa provokasi".
"Pasukan rezim Taliban sedang menerima hukuman di sektor Chitral, Khyber, Mohmad, Kurram dan Bajaur," begitu bunyi pernyataan Kementerian Informasi Pakistan, bernada keras.
Pernyataan itu ditutup dengan ancaman atau mungkin peringatan yang gamblang. "Pakistan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas wilayah serta keselamatan dan keamanan warganya," tegas mereka.
Jadi, selisih klaim korban tewas masih lebar. Selain mengklaim 133 petempur Taliban tewas, Pakistan juga menyebut lebih dari 200 orang lainnya terluka dalam serangannya. Sementara Kabul berdiri dengan angka dan ceritanya sendiri. Situasi di perbatasan kembali memanas, dan kedua pihak sama-sama bersiap.
Artikel Terkait
Bamsoet: Aksi Teror ke Pengkritik Bisa Rusak Citra Pemerintahan Prabowo
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa, Boleh Diwakilkan
Sekretaris Kabinet Bantah Program Makan Bergizi Gratis Kurangi Anggaran Pendidikan
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu