Udara pagi di Kabul, Kandahar, dan Paktia pecah oleh dentuman. Pakistan kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah provinsi Afghanistan, termasuk ibu kotanya, pada Jumat pagi (27/2). Tak tinggal diam, pemerintahan Taliban langsung membalas. Mereka mengumumkan serangan balasan telah diarahkan ke pusat-pusat militer Pakistan, sebagai jawaban atas gempuran terbaru itu.
Angka korban yang dilaporkan? Jauh berbeda. Otoritas Pakistan dengan tegas menyebut pasukannya berhasil menewaskan 133 petempur Taliban. Sementara dari sisi Afghanistan, klaimnya lain: serangan balik mereka dikabarkan merenggut nyawa 55 tentara Pakistan.
Ini adalah babak baru ketegangan antara kedua negara bertetangga itu. Menurut laporan CNN, pertempuran ini memecah gencatan senjata rapuh yang sebenarnya sudah berlaku sejak Oktober tahun lalu. Qatar dan Turki sempat jadi mediator kala itu, usai gelombang kekerasan lintas perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun begitu, perdamaian itu tampaknya tak bertahan lama.
Lewat juru bicaranya, Zabihullah Mujahid, Taliban menyampaikan kecaman keras.
"Militer Pakistan yang pengecut telah melancarkan serangan-serangan udara di beberapa wilayah Kabul, Kandahar, dan Paktia," ujarnya.
Tak cuma mengeluh. Mujahid langsung menegaskan bahwa pembalasan sudah dimulai.
Artikel Terkait
Bamsoet: Aksi Teror ke Pengkritik Bisa Rusak Citra Pemerintahan Prabowo
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah Rp50.000 per Jiwa, Boleh Diwakilkan
Sekretaris Kabinet Bantah Program Makan Bergizi Gratis Kurangi Anggaran Pendidikan
PT Surveyor Indonesia Raih Penghargaan Nasional atas Peran Krusial dalam Jaminan Mutu