“Namun, kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” tambahnya.
Antisipasi Macet dengan Rekayasa Lalin
Menyangkut lalu lintas, Polda Metro Jaya sudah menyiapkan skenario pengalihan arus. Rekayasanya bersifat situasional, menyesuaikan kondisi riil di lapangan. Tujuannya jelas: menghindari kemacetan parah yang bisa mengganggu aktivitas, terlebih di bulan suci ini. Masyarakat pun diimbau untuk bersiap dan mungkin mencari rute alternatif jika menemui jalan yang dialihkan.
Terakhir, Budi Hermanto kembali mengingatkan. Dia berharap para peserta aksi menyampaikan aspirasinya dengan damai dan tertib. Norma, etika, dan semangat toleransi Ramadan, katanya, harus tetap dijaga.
“Penyampaian pendapat silakan dilakukan dengan damai dan tertib. Kami akan melayani dan mengawal agar seluruh kegiatan, baik aksi maupun aktivitas masyarakat, dapat berjalan berdampingan secara aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sejauh ini, situasi memang terkendali. Pengamanan yang digelar terlihat ketat, namun tidak menimbulkan gesekan. Sepertinya, pendekatan humanis yang diklaim memang diusahakan untuk diterapkan di lapangan.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik dan Trauma Healing Pasca Gempa Flores Timur
Prabowo dan Putin Bahas Intensifikasi Dialog di Tengah Gejolak Global
Mantan Ajudan Gubernur Riau Gugat KPK Rp 11 Miliar
Kemensos dan Kemenkop Sinergi Ajak Penerima Bansos Bekerja di Koperasi