Pada dasarnya, bantuan terbagi dua: renovasi sebagian atau bangun total. Pelaksanaan pekerjaan direncanakan dimulai setelah masa cuti bersama Lebaran, dengan durasi pengerjaan sekitar tiga minggu per rumah.
Soal anggaran, kisaran nilainya cukup bervariasi. "Pagu anggaran setiap rumah berkisar Rp30 hingga Rp55 juta," tutur Bahaudin.
Ini merupakan kali ketiga program serupa digelar. Catatannya, pada 2024 sebanyak 10 rumah berhasil direnovasi. Angka itu kemudian naik menjadi 12 rumah di tahun 2025. "Tahun lalu, bedah rumah hafiz Quran berjumlah 12 rumah, dengan minimal hafalan 10 juz," ujar Bahaudin membandingkan.
Di sisi lain, Bahaudin menyelipkan apresiasi mendalam. Menurutnya, perjuangan para penghafal Quran di tengah keterbatasan ekonomi dan tempat tinggal patut diacungi jempol. Semangat mereka, terlebih di bulan Ramadhan, tidak luntur oleh kondisi yang serba sulit.
Program ini, diharapkannya, bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan. "Juga diharapkan berdampak dalam mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kategori tidak layak huni," ungkapnya. Dampaknya, diharapkan bisa lebih luas dari sekadar tembok dan atap.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Baru Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Menteri PPPA Apresiasi Bareskrim Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Wilayah
KPAI Apresiasi Pengungkapan Sindikat Perdagangan Bayi oleh Bareskrim
Kondisi Korban Pembacokan UIN Suska Riau Mulai Membaik, Pelaku Berstatus Tersangka