Membangun Ekosistem Gaya Hidup
Memasuki 2026, transformasi KrisFlyer kian jelas. Mereka membangun ekosistem gaya hidup yang bertumpu pada tiga pilar utama di luar penerbangan.
Pertama, Kris .
Aplikasi gaya hidup dan pembayaran ini memungkinkan transaksi sehari-hari makan, belanja, bayar rumah sakit di ribuan gerai mitra, semuanya bisa menghasilkan atau menggunakan miles.
Kedua, KrisShop.
Ini platform ritel omnichannel yang menawarkan produk premium dari lebih dari 1.700 merek, baik lokal Singapura maupun internasional.
Ketiga, Pelago.
Platform pemesanan aktivitas dan pengalaman liburan ini terhubung langsung dengan saldo miles anggota. Mau booking tur atau tiket atraksi, bisa pakai poin.
Tak cuma itu, miles KrisFlyer juga bisa dikonversi ke program loyalitas non-maskapai lainnya, baik di Singapura maupun global. Jadi, pilihan hadiahnya jadi hampir tak terbatas.
Di pasar Indonesia, SIA juga mempererat kerjasama joint venture dengan Garuda Indonesia. Ekspansi codeshare memungkinkan penumpang SIA terhubung ke rute domestik Garuda seperti Jakarta-Lombok, dan sebaliknya. Anggota KrisFlyer dan GarudaMiles pun saling menikmati benefit, seperti akses lounge dan penukaran poin.
Pada akhirnya, filosofi Singapore Airlines adalah terus bergerak. KrisFlyer tak henti berinovasi berdasarkan saran pelanggan dan riset pasar. Mereka tak lagi sekadar menyajikan pengalaman terbang yang personal. Lebih dari itu, mereka berambisi menjadi pusat gaya hidup terdepan di industri ini.
(REN)
Artikel Terkait
Kemensos dan Kemenkop Sinergi Ajak Penerima Bansos Bekerja di Koperasi
Cuaca Ekstrem Tak Ganggu Pasokan Ikan di Banjarmasin Berkat Cold Storage
Truk Angkut Limbah Besi Tabrak 8 Kendaraan di Bekasi, Diduga Gagal Rem
Polres Pelabuhan Tanjungperak Gelar Patroli Cipkon, Kawasan Rawan Aman Kondusif