Yang cukup mengerikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan tumpul atau tajam pada kedua jasad. Namun, kondisi internal mereka cukup parah. Pada putri kecil itu, ditemukan luka melepuh di bagian pipi. Sementara tenggorokan serta organ dalam sang ibu mengalami kerusakan serius.
Menurut keterangan dokter forensik, semua kerusakan itu disebabkan oleh interaksi dengan zat kimia basa kuat.
"Menurut dokter forensik karena interaksi dengan zat kimia basa kuat," terang Dimas, mengulangi poin penting itu.
Sebelumnya, warga setempatlah yang menemukan kedua jasad pada Rabu siang. Saat ditemukan, kondisi mereka diduga kuat telah dibakar dan dalam keadaan tanpa busana. Temuan ini tentu saja mengguncang warga sekitar.
Artikel Terkait
Kepala BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta per Hari Bukan Dana APBN, Sebut Skema Mitra Lebih Efisien
Pemkot Jayapura Batasi Jam Operasional Miras dan Hiburan Malam Selama Ramadan
Pohon Tumbang di Jalan Sudirman Pagi Ini, Lalu Lintas Menuju Bundaran HI Macet Parah
Polisi Siagakan 529 Personel Amankan Dua Titik Demo Mahasiswa di Jakarta Pusat