Mengingat pelaku adalah adik kandungnya sendiri, Dandi sama sekali tidak curiga. Ia merasa tenang. Untuk menjaga kontak, ia sering menghubungi putranya lewat telepon. Namun, ada sesuatu yang mulai terasa aneh. Memasuki bulan Desember, setiap kali Dandi ingin video call, permintaannya selalu ditolak.
Alasannya macam-macam. Kadang KRN diajak suaminya, atau lagi main di rumah tetangga. "Sejak dua bulan sebelum diselamatkan warga itu, setiap saya video call jarang angkat," jelas Dandi. Bahkan jika diangkat, adiknya enggan menunjukkan wajah KRN.
Sebenarnya ada niat untuk berkunjung, tapi urung dilakukan. Kendala transportasi jadi penghalang. Dandi hanya bisa mengirim uang jajan, berharap itu cukup. Kini, setelah penyelamatan, amarah dan kekecewaannya memuncak. Ia mendesak agar kedua pelaku dihukum seberat-beratnya. Anak semata wayangnya itu kini harus menanggung trauma yang dalam, luka yang mungkin tak mudah sembuh.
Artikel Terkait
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi