Mengingat pelaku adalah adik kandungnya sendiri, Dandi sama sekali tidak curiga. Ia merasa tenang. Untuk menjaga kontak, ia sering menghubungi putranya lewat telepon. Namun, ada sesuatu yang mulai terasa aneh. Memasuki bulan Desember, setiap kali Dandi ingin video call, permintaannya selalu ditolak.
Alasannya macam-macam. Kadang KRN diajak suaminya, atau lagi main di rumah tetangga. "Sejak dua bulan sebelum diselamatkan warga itu, setiap saya video call jarang angkat," jelas Dandi. Bahkan jika diangkat, adiknya enggan menunjukkan wajah KRN.
Sebenarnya ada niat untuk berkunjung, tapi urung dilakukan. Kendala transportasi jadi penghalang. Dandi hanya bisa mengirim uang jajan, berharap itu cukup. Kini, setelah penyelamatan, amarah dan kekecewaannya memuncak. Ia mendesak agar kedua pelaku dihukum seberat-beratnya. Anak semata wayangnya itu kini harus menanggung trauma yang dalam, luka yang mungkin tak mudah sembuh.
Artikel Terkait
Pemutakhiran Data Bansos 2026: 11.014 Keluarga Dicoret, 25.665 Ditambahkan
Kemensos Gandeng Perusahaan Jepang Siapkan Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver
AS dan Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Jadi Kemitraan Utama
Prabowo dan Putin Sepakati Percepatan Kerja Sama Strategis di Moskow