Perkelahian Berdarah di Jember, Saudara Tewas Dibacok
Suasana di Desa Glagahwero, Kalisat, Jember, mendadak mencekam. Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa seorang warga, Sumarsono (58), setelah dibacok oleh saudaranya sendiri. Pelaku, yang berinisial BD, kini telah diamankan pihak kepolisian.
Menurut keterangan saksi, kejadiannya berlangsung cepat dan brutal. Korban saat itu sedang asyik menyapu halaman rumahnya. Tanpa banyak bicara, pelaku yang sudah membawa celurit langsung menyambangi dan menyabetkan senjatanya. Bacokan pertama mendarat di punggung kiri Sumarsono.
“Awalnya korban menyapu di halaman rumahnya, tahu-tahu oleh terduga pelaku didatangi tanpa banyak bicara langsung korban di punggung sebelah kiri,” jelas Kanit Pidum Polres Jember, Iptu Bagus Dwi Setiawan.
Dia melanjutkan, “Korban lari minta tolong ke tetangga tetap dikejar oleh pelaku. Bacokan kedua sempat ditangkis oleh korban.”
Sayangnya, upaya menyelamatkan diri itu tak berhasil. Saat berlari ke rumah tetangga, pelaku terus mengejar. Bacokan kedua mengenai tangan korban. Luka parah yang diderita Sumarsono membuatnya tak sadarkan diri. Dia sempat dirujuk ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar jenazah RSD Soebandi Jember untuk proses otopsi.
Warga sekitar punya dugaan kuat soal pemicunya. Konflik ini diduga berakar dari sengketa batas tanah yang sudah lama mengendap di antara keduanya. Iptu Bagus Dwi Setiawan membenarkan hal itu.
“Memang terjadi sengketa batas tanah,” ucapnya singkat.
Namun begitu, polisi belum mau terburu-buru. Mereka masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Yang jelas, warga setempat menyayangkan kejadian ini. Keduanya masih bersaudara, namun berakhir dengan cara yang begitu mengenaskan.
Pelaku, BD, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kisah ini jadi pengingat pilu betapa sengketa sepetak tanah bisa memicu amarah buta, bahkan di antara keluarga sendiri.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang
Tabrakan Kereta di Bekasi Tewaskan 14 Orang, Mahadewi Desak Evaluasi Sistem Keselamatan yang Sensitif Gender
15 Perempuan Tewas di Gerbong Khusus Wanita yang Hancur Akibat Tabrakan Kereta di Bekasi Timur