Pernyataan itu disampaikannya di hadapan para peserta buka puasa, didampingi sejumlah pejabat utama Polda setempat. Ia meyakini, stabilitas keamanan mustahil tercipta hanya dengan mengandalkan aparat. Perlu keterlibatan aktif semua pihak, dan di sinilah peran krusial pemuda dimulai.
Menurut Kapolda, mahasiswa dan organisasi kepemudaan punya posisi strategis. Mereka bukan sekadar kelompok massa, melainkan kekuatan moral dan agen perubahan. Pengaruh mereka dalam membentuk opini publik dan menjaga suasana sosial agar tetap kondusif, sungguh tak bisa dipandang sebelah mata.
Kegiatan yang berlangsung pada 23 Februari itu, seperti dikonfirmasi ke redaksi, memang sengaja dirancang sebagai bagian dari upaya Polri membangun kemitraan. Gagasan besarnya sederhana: mencegah masalah sebelum terjadi, dengan melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis.
Jadi, acara buka puasa itu hanyalah sebuah pintu. Awal dari percakapan yang diharapkan bisa terus berlanjut, jauh setelah Ramadan usai.
Artikel Terkait
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah
Jadwal Imsak dan Waktu Salat untuk Jayapura Hari Ini, 27 Februari 2026
Donny Warmerdam Akhirnya Kembali Bermain Setelah Cedera 6 Bulan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya