“Ini yang harus selalu kita ingat,” ungkapnya.
“Kita punya kewajiban agar ruang demokrasi tidak ternodai. Jauh dari harapan kita menjaga persatuan.”
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit secara terbuka meminta maaf. Dia menyebut insiden-insiden gesekan antara aparat dan masyarakat di lapangan. Sebagai pimpinan institusi, dia mengakui hal itu kerap terjadi dan bisa menimbulkan korban di kedua belah pihak.
“Saya memohon maaf. Yakinlah, ini bukan tujuan yang kami cari,” ucap Sigit.
Dia tak menampik bahwa Polri masih jauh dari sempurna. Komitmen untuk berbenah terus diteguhkan. Terkait oknum anggota yang melakukan penyimpangan, Sigit berjanji akan memberi sanksi tegas. Prosesnya akan transparan dan akuntabel, terutama untuk tindakan yang dianggap mencederai rasa keadilan publik.
“Polri berkomitmen memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Warga China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cibobos Pandeglang
Imigrasi Amankan 346 WNA, Warga China Terbanyak dalam Operasi Wirawaspada 2026
Wisatawan China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cikesal, Lebak
DPR Kritik Kinerja Kantor Staf Presiden di Era Prabowo