“Ini yang harus selalu kita ingat,” ungkapnya.
“Kita punya kewajiban agar ruang demokrasi tidak ternodai. Jauh dari harapan kita menjaga persatuan.”
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Jenderal Sigit secara terbuka meminta maaf. Dia menyebut insiden-insiden gesekan antara aparat dan masyarakat di lapangan. Sebagai pimpinan institusi, dia mengakui hal itu kerap terjadi dan bisa menimbulkan korban di kedua belah pihak.
“Saya memohon maaf. Yakinlah, ini bukan tujuan yang kami cari,” ucap Sigit.
Dia tak menampik bahwa Polri masih jauh dari sempurna. Komitmen untuk berbenah terus diteguhkan. Terkait oknum anggota yang melakukan penyimpangan, Sigit berjanji akan memberi sanksi tegas. Prosesnya akan transparan dan akuntabel, terutama untuk tindakan yang dianggap mencederai rasa keadilan publik.
“Polri berkomitmen memenuhi harapan masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Soroti Pungli Rp100 Ribu ke Sopir Bajaj di Tanah Abang
Saksi Ahli Beberkan Kerugian Negara Rp 1,5 Triliun dalam Kasus Chromebook Nadiem
Auditor BPKP Bantah Tekanan dalam Klarifikasi Kasus Korupsi Chromebook
2.019 ASN Dilepas Kemhan untuk Jalani Seleksi Komponen Cadangan 2026