Suasana di ruang rapat Komisi XIII DPR pada Senin (13/4/2026) cukup tegang. Di hadapan Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, sejumlah anggota dewan tak segan menyampaikan kritik pedas mengenai peran lembaganya di era pemerintahan Prabowo Subianto. Rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Andreas Hugo Pareira itu berlangsung di Senayan, Jakarta.
Dewi Asmara, salah satu Wakil Ketua Komisi, langsung menyasar fungsi komunikasi KSP. Menurutnya, kantor itu jangan cuma jadi corong atau humas belaka untuk Presiden. Harus ada nilai lebih.
"Mengenai keseimbangan fungsi komunikasi dan substansi. Kami berharap bahwa KSP tidak sekedar menjadi humas presiden, tapi harus ada indikator kualitas publikasi tersebut terhadap pemahaman masyarakat," tegas Dewi.
Dia mengakui pemberitaan yang selama ini dikeluarkan KSP terbilang bagus. Namun begitu, cara komunikasinya masih perlu diperbaiki. Tujuannya sederhana: agar pesan pemerintah lebih mudah dicerna oleh rakyat biasa.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand