TVRINews - Jakarta
Pengawasan distribusi minyak goreng dan daging diperketat Satgas Pangan. Tujuannya jelas: harga harus tetap terkendali.
Menjelang Idulfitri, pemerintah memang tak mau ambil risiko. Lewat Badan Komunikasi Pemerintah dan Satgas Pangan, langkah-langkah strategis terus diintensifkan. Ini semua demi menjaga stabilitas harga dan memastikan komoditas pokok tersedia di pasaran. Menurut pantauan terakhir per 23 Februari, kabarnya harga di sejumlah wilayah kunci seperti Depok, Bandung, hingga Bekasi masih berada dalam batasan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Nah, sinergi antarlembaga sekarang difokuskan pada satu hal: kelancaran rantai pasok. Lonjakan permintaan musiman harus diantisipasi sedini mungkin.
Intervensi Pasar dan Pengendalian Harga
Untuk menstabilkan harga sayuran, pemerintah baru saja menyalurkan tambahan pasokan cabai rawit merah. Sekitar 1,7 ton dialirkan ke Pasar Induk Kramat Jati. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan ketersediaan barang dengan permintaan pasar yang fluktuatif. Harapannya, harga di tingkat konsumen nggak melonjak sampai di atas Rp65.000 per kilogram.
Di sisi lain, Perum Bulog juga memastikan stok minyak goreng subsidi, MinyaKita, dalam kondisi aman. Mereka mengawasi ketat penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan di angka Rp15.700 per liter.
Rincian Harga Komoditas Utama
Artikel Terkait
Ketua DPRD DKI Usulkan Mobile Training Unit untuk Perluas Jangkauan Pelatihan Kerja
Pengemudi Tanpa SIM dan Nopol Palsu Tabrak Beruntun di Gunung Sahari, 2 Luka
Polisi Banten Bongkar Peredaran Narkoba Etomidate yang Disamarkan dalam Cartridge Vape
Alyssa Soebandono Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP