Menteri Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Budaya dan Edukasi

- Kamis, 26 Februari 2026 | 08:55 WIB
Menteri Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Budaya dan Edukasi

“Tak hanya event, diperlukan juga promosi yang masif dan terukur guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang datang ke sini,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pariwisata, Fadli menegaskan satu hal penting: kebudayaan harus jadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sektor budaya, dalam pandangannya, mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru. Industri budaya yang berkembang akan membuka ruang bagi talenta-talenta kreatif lokal, mulai dari seni pertunjukan, musik, film, hingga sastra dan seni rupa.

Benteng Marlborough sendiri adalah saksi bisu kolonialisme Inggris. Dibangun antara 1714 hingga 1719 oleh East India Company di bawah pimpinan Joseph Collett, benteng yang terletak di Kota Bengkulu ini kini dikelola oleh Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya. Fungsinya pun telah berkembang; selain sebagai destinasi wisata, ia juga menjadi ruang aktif bagi berbagai aktivitas kebudayaan.

Melalui kunjungan ini, harapannya jelas: Benteng Marlborough bisa bertransformasi menjadi pusat kebudayaan yang dinamis, inklusif, dan produktif. Jika itu terwujud, benteng ini bukan hanya akan menggerakkan ekosistem budaya setempat, tapi juga memperkuat identitas daerah, mendongkrak partisipasi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis warisan.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya adalah Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu Iskandar Mulia Siregar.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar