“Kita ingin ini betul-betul mendorong perekonomian daerah. Menciptakan efek berantai yang positif bagi masyarakat di pelosok,” tutur Sigit tentang multiplier effect yang diharapkan.
Di sisi lain, Sigit juga memberi instruksi khusus pada anak buahnya. Dia meminta seluruh jajaran peka terhadap aspirasi yang muncul di media, termasuk selama puncak mudik nanti. Baginya, setiap informasi dari media adalah suara publik yang harus didengar.
“Sekecil apa pun suara dari teman-teman media, itu adalah jeritan masyarakat. Keluhan dan aspirasi publik yang harus kita tanggapi dengan cepat,” tegasnya tanpa basa-basi.
Kapolri memastikan institusinya siap menerima kritik. Evaluasi demi perbaikan pelayanan di lapangan akan dilakukan. Dia juga berjanji tak akan segan menindak tegas anggota yang kedapatan melanggar atau mencederai rasa keadilan selama bertugas.
Pesan itu disampaikannya dengan nada serius tapi santai, di antara hidangan buka puasa. Sebuah ajakan kolaborasi yang terasa personal, jauh dari kesan instruksi kaku.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang