Ia menggambarkan bagaimana serangan itu tak hanya merenggut nyawa, tapi juga memicu kobaran api yang menghanguskan kios-kios dan rumah.
Peristiwa berdarah ini cuma satu episode dalam konflik panjang yang melanda Myanmar. Sejak kudeta militer tahun 2021, negara itu terjerembab dalam perang sipil yang tak kunjung usai. Di satu sisi, junta militer berkuasa. Di sisi lain, mereka menghadapi perlawanan sengit dari berbagai kelompok bersenjata etnis dan gerilyawan pro-demokrasi. Rakhine, negara bagian di barat Myanmar, jadi salah satu medan pertempuran paling sengit.
Serangan ke pasar ini kembali menunjukkan betapa warga biasa yang selalu jadi korban. Hidup mereka terus diteror, terjepit di antara dua pihak yang bertikai.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi
Persib Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di GBLA Saat Hadapi Madura United
Pemkab Bogor Siapkan 55 Bus Gratis untuk Mudik Lebaran dari Stadion Pakansari
Ledakan Bahan Peledak di Fasilitas Dekat Zurich Lukai Dua Orang