Pasar di desa Yoe Ngu, Rakhine, tiba-tiba berubah jadi neraka. Itu terjadi Selasa lalu, ketika jet-jet militer Myanmar melancarkan serangan udara. Akibatnya, sedikitnya 17 nyawa warga sipil melayang. Menurut laporan Tentara Arakan, kelompok oposisi bersenjata di wilayah itu, korban-korban itu adalah orang-orang tak bersalah yang sedang beraktivitas.
Namun begitu, angka pastinya masih simpang siur. Laporan terpisah dari Asosiasi Pemuda Ponnagyun (PYA), misalnya, menyebut korban tewas mencapai 18 orang.
Pyae Phyo Naing, ketua PYA, langsung bergegas ke lokasi setelah serangan mereda. Pemandangan yang ia saksikan sungguh memilukan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi
Persib Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di GBLA Saat Hadapi Madura United
Pemkab Bogor Siapkan 55 Bus Gratis untuk Mudik Lebaran dari Stadion Pakansari
Ledakan Bahan Peledak di Fasilitas Dekat Zurich Lukai Dua Orang