Pemerhati Desak Sterilisasi Jalur Transjakarta untuk Dongkrak Kualitas Layanan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:45 WIB
Pemerhati Desak Sterilisasi Jalur Transjakarta untuk Dongkrak Kualitas Layanan

Namun begitu, ada masalah mendasar yang menggerus keuntungan dari pertumbuhan tersebut. Zulfikar menyoroti, masih ada beberapa koridor dimana jalur Transjakarta bercampur dengan lalu lintas biasa. Mobil pribadi, sepeda motor, bahkan angkutan umum lain seenaknya masuk. Padahal, sebagai sistem BRT, syarat utamanya adalah jalur eksklusif.

"Ketika jalur tidak steril, risiko kecelakaan meningkat, waktu tempuh tidak pasti, dan jadwal terganggu," ujarnya.

Ia melanjutkan, kondisi itu pada akhirnya mengurangi efektivitas BRT sebagai alternatif nyata dari kendaraan pribadi. Buat apa naik bus cepat kalau ujung-ujungnya terjebak macam juga?

Karena itulah, Zulfikar mendorong pemasangan separator permanen di semua koridor. Memang, langkah ini butuh biaya dan penataan ulang arus lalu lintas yang tidak sederhana. Tapi, menurutnya, investasi itu penting. Hasilnya akan terasa: layanan lebih andal, kemacetan berkurang, dan emisi pun bisa ditekan.

"Sterilisasi jalur bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar Transjakarta semakin optimal sebagai tulang punggung mobilitas warga," tutupnya tegas.

Pesan itu jelas. Pertumbuhan jumlah penumpang adalah capaian. Tapi, tanpa infrastruktur pendukung yang mumpuni, capaian itu bisa sia-sia. Warga Jakarta butuh busway yang bukan hanya banyak, tapi juga cepat dan tepat waktu.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar