Sebenarnya, sikap Iran soal kemampuan militernya ini sudah pernah diungkap. Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan Al Jazeera mengakui sesuatu.
Menurutnya, Teheran tidak punya kemampuan untuk menargetkan daratan AS secara langsung. Tapi, dia punya peringatan: jika Washington berani menyerang, pangkalan-pangkalan militer Amerika di Timur Tengah akan jadi sasaran balasan.
Di sisi lain, Trump tampaknya tak bergeming. Dalam pidato kenegaraannya Selasa (24/2) waktu setempat, dia kembali menegaskan sikap kerasnya. Iran, katanya, tak akan pernah diizinkan memproduksi senjata nuklir. Dia bahkan menyebut para pemimpin di Teheran saat ini kembali mengejar ambisi nuklir yang menurutnya jahat.
Jadi, situasinya tetap panas. Saling serang lewat pernyataan terus berlanjut, dan dunia kembali menunggu, melihat bagaimana ketegangan antara dua negara lama berseteru ini akan berkembang selanjutnya.
Artikel Terkait
Riset: Gubernur DKI Pramono Anung Pimpin Keterlibatan Publik di Media Sosial
Wakil Ketua MPR: 116 Kasus Bunuh Diri Anak adalah Persoalan Kebangsaan
Imigrasi Cianjur Deportasi WN Arab Saudi karena Penyalahgunaan Izin Tinggal Investor
Prabowo Sampaikan Keprihatinan Indonesia atas Gaza dan Tepi Barat dalam Pertemuan dengan Raja Yordania