“Mungkin nanti akan dipanggil secara tersendiri oleh teman-teman kementerian. Kami sampaikan link-nya, bisa kami kirim email. Jadi petugas kami di bulan Mei dan Juli tidak akan datang ke kantor itu lagi di tahap awal,” katanya.
Tapi, bagi yang lalai atau tidak sempat mengisi via daring, tetap ada tim lapangan. “Nanti akan didatangi oleh petugas kami di bulan Mei sampai bulan Juli,” tambah Zulkipli.
Lalu, siapa saja petugas lapangan itu? Rupanya BPS membuka peluang bagi banyak pihak. Mereka akan merekrut dari masyarakat umum, melibatkan mahasiswa, plus tentunya mengerahkan staf organik BPS sendiri. Upaya besar butuh pasukan besar, begitu kira-kira.
Di sisi lain, sosialisasi juga digenjot. Molly Prabawaty, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyebut peran Bakohumas akan krusial. Jaringan humas pemerintah ini akan turun tangan menyampaikan detail sensus kepada pelaku usaha.
“Pelaku usaha ini nanti kita berikan informasi yang lebih jelas. Supaya mereka paham maksud dan tujuannya,” kata Molly.
Ia mengacu pada survei sebelumnya yang menunjukkan mayoritas pelaku usaha sebenarnya bersedia menjadi responden. “68 persen bersedia asal tujuannya dan manfaatnya jelas,” ujarnya.
“Nah, inilah gunanya insan-insan humas. Kita buat narasi yang jelas, lalu kita gaungkan melalui kanal-kanal komunikasi yang dimiliki oleh kementerian/lembaga,” pungkas Molly. Tampaknya, semua lini sedang digerakkan untuk memastikan sensus berjalan mulus.
Artikel Terkait
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin
Elemen Masyarakat Deklarasi Dukungan untuk Program Jaga Jakarta Polda Metro Jaya
Wamenpar: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Keharusan untuk Tingkatkan Daya Saing Global