Dia lantas menyoroti satu wilayah yang selalu jadi perhatian: Jawa Barat. Menurutnya, provinsi ini menjadi 'titik lelah' utama bagi pemudik yang datang dari Sumatera. Kepadatan di sepanjang jalur tol kerap tak terhindarkan, terutama saat waktu-waktu krusial seperti buka puasa atau istirahat di rest area.
"Sehingga beberapa inventarisir masalah yang coba kami himpun untuk wilayah di Jawa Barat, kendala di jalur tol ini terutama pada saat-saat tertentu ada rest area, khususnya pada saat masyarakat akan buka puasa atau istirahat," jelasnya.
Tak hanya pengawasan, rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan. Langkah-langkah seperti pengalihan arus, contraflow, hingga sistem satu arah per penggal akan diterapkan secara situasional. Ini terutama di titik-titik yang volumenya tinggi tapi kapasitas jalannya terbatas.
"Kami tetap menggunakan rekayasa yang dimulai dari pengalihan arus, contraflow, sampai dengan one way per penggal, khususnya di wilayah yang padat intensitas kendaraannya namun tidak didukung sarana jalan yang memadai," ujarnya.
Pada akhirnya, semua upaya ini bertujuan satu hal: mewujudkan mudik yang aman dan lancar untuk Lebaran 2026. Dengan sinergi antar kementerian dan lembaga, Korlantas Polri berharap perjalanan pulang kampung bisa memberi kenyamanan bagi semua. Tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' yang diarahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun dijadikan pedoman bersama.
Artikel Terkait
Pemerintah Tata Permukiman Menteng Tenggulun, Siapkan Destinasi Kuliner Baru
Bareskrim Ungkap Jaringan Perdagangan Bayi via TikTok dan Facebook, 12 Tersangka Ditangkap
Laporta Ungkap Alasan Keuangan di Balik Kepergian Messi dari Barcelona
Ketua LPS Anggito Abimanyu Perkuat Jaminan Simpanan dan Waspadai Ancaman Siber