Banjir di Makassar kembali memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Menurut laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tercatat 545 jiwa harus mengungsi. Mereka tersebar di enam titik lokasi pengungsian yang ada di dua kecamatan: Manggala dan Biringkanaya.
Data yang dirilis Rabu (25/2/2026) pagi itu menunjukkan, masjid dan sekolah menjadi tempat perlindungan utama. Di Manggala, situasinya cukup memprihatinkan. Sebanyak 36 jiwa berlindung di Masjid Jabal Nur, sementara 27 orang lainnya berada di Masjid Yuda Alfatih.
Di sisi lain, Kecamatan Biringkanaya justru menampung jumlah pengungsi terbesar. Ratusan orang memadati Masjid Lailatul Qadar, tepatnya 232 jiwa. Tidak hanya itu, sebuah sekolah dasar, SD Paccerakkang, juga dipenuhi oleh 86 pengungsi. Sementara itu, Masjid Al Ramun menampung 31 orang lagi.
Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahar, merinci angka tersebut.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung
Konsumen Kendaraan Niaga Pilih Suku Cadang Berdasarkan Frekuensi Penggantian
Perundingan Nuklir AS-Iran di Pakistan Gagal Lagi, Vance Soroti Penolakan Komitmen Jangka Panjang
Harga Emas Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri 24 Tak Berubah