Setelah beberapa saat, burung itu menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia mulai bergerak, meski sayapnya tampak cedera dan belum mampu untuk terbang. Tim medis yang sudah siaga di pinggir lapangan kemudian membawa sang ‘pasien’ keluar stadion untuk diperiksa lebih lanjut. Kabarnya, kondisinya stabil.
Namun begitu, kisah heroik di luar lapangan itu sayangnya tidak diimbangi dengan hasil yang bagus dalam pertandingan. Di sisi lain, Istanbul Yurdum Spor harus mengakui keunggulan lawan, Mevlanakapi Guzelhisar, lewat drama adu penalti yang menegangkan.
Jadi, meski kalah di papan skor, tim ini pulang dengan satu kemenangan lain: menyelamatkan sebuah nyawa. Cerita tentang kiper, kapten, dan seekor burung camar itu kini jadi pembicaraan hangat, mengingatkan kita bahwa kadang, momen paling berkesan dalam sepak bola justru terjadi di luar skenario pertandingan.
(ASM)
Artikel Terkait
Kecelakaan Tunggal di DI Panjaitan Picu Kemacetan Pagi Ini
Menko Zulhas: Program Makan Bergizi Serap 82,9 Juta Butir Telur Per Hari
DKI Perketat Verifikasi Tiket Mudik Gratis di Hari Keberangkatan
Suzuki Ungkap Penyebab Rem Motor Blong dan Langkah Antisipasi