“Ini kolaborasi yang strategis,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Ia menegaskan, dukungan pada Kopdes ini bukan dengan mengurangi Dana Desa, melainkan mengarahkan pengelolaannya agar lebih produktif melalui kelembagaan koperasi.
Aset koperasi nantinya bisa menjadi aset desa, dan sebagian hasilnya dapat memperkuat pendapatan desa.
Lalu, bagaimana dengan program-program lain? Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko melihat ini sebagai bagian dari gerakan serentak. Mulai dari program pangan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi, semuanya harus berkolaborasi.
“BP Taskin akan mengkolaborasikan langkah percepatan pengentasan kemiskinan bersama kementerian/lembaga terkait,” katanya.
Pada akhirnya, PKS ini ingin menciptakan rantai pemberdayaan yang terukur. Bansos tetap berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, sementara koperasi desa diharapkan bisa menjadi tangga menuju kemandirian ekonomi warga. Sebuah transisi yang ambisius, tapi perlahan mulai diwujudkan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Gus Ipul, Ferry Juliantono, Yandri Susanto, beserta wakil-wakil menteri dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah
Wamen Dalam Negeri Tinjau Penerapan WFH ASN Bekasi, Apresiasi Capaian 40 Persen