Siang itu, di Pusat Latihan Gajah Sebanga, suasana terasa berbeda. Bukan hanya deru angin dari arah Bengkalis, tapi juga kedatangan tamu dari Polsek Pinggir. Mereka membawa sesuatu yang istimewa: satu pikap penuh buah nanas, segar dan matang, khusus untuk para raksasa berbelalai di sana.
Kapolsek AKP Bayu Ramadhan Effendi turun langsung, didampingi Bhabinkamtibmas Bripka Honcen Sijabat. Mereka datang bukan untuk urusan biasa, melainkan menyalurkan bantuan pangan rutin. Kali ini, 500 buah nanas.
“Ini bagian dari program Kapolda,” ujar AKP Bayu, sambil memperhatikan aktivitas di sekitar kandang. Menurutnya, menjaga kelestarian satwa liar, khususnya gajah Sumatera yang kian terancam, adalah komitmen nyata. Polsek Pinggir sendiri punya jadwal tetap: setiap 10 hari sekali mereka mengirimkan bantuan makanan ke PLG Sebanga.
Namun begitu, memberi makan gajah ternyata tak bisa asal. Ada prosedur ketat yang harus diikuti, meski yang diberikan adalah buah-buahan bergizi.
“Makanan tambahan yang kita berikan adalah berupa nanas-nanas yang matang berjumlah 500 buah. Pemberiannya tidak bisa sekaligus banyak, meskipun kaya akan vitamin C dan nutrisi, pemberian harus dilakukan pelan-pelan. Jika gajah sudah tidak mau, prosesnya akan dilanjutkan oleh mahout (pawang),”
Artikel Terkait
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu
Gubernur DKI Serukan Pelestarian Budaya Betawi di Tengah Dinamika Jakarta
Adik Bacok Kakak Kandung di Cakung Usai Ditegur Soal Pelecehan
Israel Serang Gaza, Tewaskan 7 Orang Meski Gencatan Senjata Berlaku