Layanan untuk ibu dan anak pun diperluas jangkauannya. Pemantauan balita dilakukan di ribuan posyandu yang tersebar, didukung oleh puluhan ribu kader yang tak kenal lelah.
"Saya berterima kasih kepada para kader Posyandu. Mereka adalah pahlawan kesehatan di lingkungan masing-masing. Tanpa mereka, program-program ini tidak akan sampai ke ibu dan anak,"
kata Agustina.
Di sisi infrastruktur, sepanjang 2025 ada empat puskesmas yang dibangun atau direhab, plus tiga Puskesmas Pembantu (Pustu). Tujuannya jelas: mendekatkan layanan kesehatan ke warga.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena jarak. Dengan membangun puskesmas dan pustu di berbagai titik, kami mendekatkan layanan kepada masyarakat,"
tegasnya.
Tak cuma kesehatan fisik, aspek mental dan sosial warga juga diperhatikan. Itulah fungsi Rumah Inspirasi, ruang bagi warga untuk berkumpul, belajar, dan dapat pendampingan. Hingga tahun ini, sudah tujuh unit yang berdiri di berbagai kecamatan.
"Rumah Inspirasi bukan sekadar bangunan. Ini adalah ruang harapan bagi warga yang membutuhkan pendampingan. Di sini mereka bisa belajar, berkumpul, dan mendapatkan motivasi untuk bangkit,"
urai Agustina.
Memasuki tahun kedua, targetnya tentu lebih tinggi. Layanan kesehatan ibu dan anak akan dikembangkan lagi, dengan menambah daycare dan week care di lebih banyak titik. Bantuan pangan untuk keluarga miskin juga akan terus disalurkan.
Infrastruktur kesehatan tetap jadi prioritas. Beberapa Pustu dan Puskesmas akan diselesaikan desainnya atau dibangun fisiknya. Pelatihan untuk ratusan tenaga kesehatan juga ditingkatkan.
Rumah Inspirasi akan bertambah sembilan lagi di kecamatan yang belum terjangkau. Semua didukung dengan studi kelayakan dan penguatan sarana prasarana.
"Tahun depan kita kejar target yang lebih tinggi. Tidak boleh ada warga yang tertinggal. Semua harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini janji kami kepada warga Semarang,"
pungkas Agustina.
Semua capaian ini, tentu saja, bukan hasil kerja pemerintah kota sendirian. Ribuan kader posyandu, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif warga adalah kunci utamanya. Kolaborasi inilah yang diharapkan terus berlanjut, agar manfaatnya benar-benar merata dirasakan oleh seluruh masyarakat Semarang.
Artikel Terkait
Dana Otsus Triwulan I 2026 Cair untuk 16 Daerah Papua, Penyaluran Tercepat Sejak Implementasi
Pembangunan Jalan Pengganti di Batu Tulis Bogor Dimulai, Proses Lelang Fisik Masih Berjalan
Surabaya Raih Penghargaan Global untuk Inovasi Popok Pakai Ulang
Wakil Bupati Badung Tinjau Banjir di Legian, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Panjang