Menurut Agus, pengecekan di check point ini akan melibatkan banyak instansi. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan pengamanan berlapis.
"Nanti kolaborasi. Pak Dirut Jasa Raharja siapkan posko di sini. Kami dari kepolisian urus administrasi SIM dan STNK. Pihak kesehatan yang cek kondisi pengemudi, sementara Kemenhub fokus pada kelaikan kendaraan. Teknisnya nanti kita lihat, apakah random atau menyeluruh," tambahnya.
Selain soal kendaraan, persoalan klasik kemacetan juga jadi perhatian. Korlantas sudah menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan, terutama di ruas KM 60-62 Tol Jakarta-Cikampek. Jalur alternatifnya adalah Tol Japek II Selatan.
"Japek Selatan sudah dipastikan akan kita gunakan saat arus balik. Untuk arus mudik, setelah kita evaluasi kesiapannya, juga akan diberlakukan. Tujuannya untuk memecah kepadatan di titik rawan tadi," kata Agus.
Di sisi lain, koordinasi dengan Kementerian PUPR dan pengelola tol terus digenjot. Targetnya sederhana: semua perbaikan jalan, baik yang rusak maupun berlubang, harus tuntas sebelum puncak mudik. Baik di jalur tol maupun jalan arteri.
"Jalan yang rusak dan berlubang sudah dalam proses perbaikan. Hasil rapat kemarin dengan Kemen PUPR, termasuk tata kelola jalan tol, diharapkan selesai maksimal H-7. Kami juga sudah muter-muter cek jalur arteri," pungkasnya.
Rupanya, peninjauan hari ini belum berakhir. Usai dari KM 81 Cipali, rencananya Kakorlantas akan melanjutkan perjalanan ke ruas Tol Cileunyi dan Cisumdawu. Semua demi memastikan kesiapan jalur penghubung menuju Jawa Tengah benar-benar optimal.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Hormati Penolakan Jaksa, Siapkan Duplik Balas Replik
Prosedur dan Biaya Resmi Penggantian STNK Hilang di Samsat
Kecelakaan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Pengendara Motor
Metode 50:30:20, Panduan Awal Atur Gaji agar Tak Cepat Habis