Pangsa Pasar Astra di Bawah 50% untuk Pertama Kalinya di Kuartal I 2026

- Sabtu, 11 April 2026 | 15:15 WIB
Pangsa Pasar Astra di Bawah 50% untuk Pertama Kalinya di Kuartal I 2026

JAKARTA Posisi PT Astra International Tbk (ASII) di pasar mobil dalam negeri mulai goyah. Trennya melandai di awal 2026. Salah satu pemicunya? Agresivitas pendatang baru macam BYD yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Memang, raksasa otomotif ini masih jadi pemimpin. Tapi untuk pertama kalinya dalam periode kuartal pertama, pangsa pasarnya terjun bebas ke bawah level psikologis 50%. Sebuah tanda yang jelas bahwa persaingan semakin panas.

Data dari Gaikindo menunjukkan, total penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 209.021 unit. Nah, dari angka sebanyak itu, kontribusi Grup Astra 'hanya' 101.613 unit. Artinya, market share-nya menyusut jadi 49%.

Bandigkan dengan setahun sebelumnya. Di kuartal I 2025, Astra masih bisa menguasai 54% pasar dengan menjual 110.812 unit. Penurunan ini cukup signifikan untuk diamati.

Windy Riswantyo, Head of Corporate Communications Astra, punya penjelasan. Menurutnya, dinamika kalender turut berperan. Ramadan dan Lebaran yang berlangsung sepanjang Maret lalu memangkas hari kerja efektif, yang otomatis memengaruhi produktivitas industri.

“Grup Astra tetap memimpin pangsa pasar otomotif di Indonesia. Ke depan, kami akan terus berfokus pada pengembangan produk dan layanan yang saling bersinergi guna memenuhi kebutuhan konsumen,” tegas Windy dalam siaran persnya.

Namun begitu, faktor lain tak bisa diabaikan. Performa dua merek andalan Astra, Toyota dan Lexus, melambat di Maret 2026. Penjualannya cuma 18.021 unit, jauh menurun dari Maret 2025 yang tembus 22.658 unit. Daihatsu juga senasib, terjun dari 13.057 unit menjadi 8.916 unit pada periode yang sama.

Di sisi lain, pemain di luar grup Astra justru mulai unjuk gigi. Mereka secara kolektif berhasil menjual 107.408 unit di kuartal pertama tahun ini. Di sinilah pendatang baru seperti BYD berperan. Agresivitasnya terlihat nyata: mereka membukukan penjualan kumulatif 13.590 unit hanya dalam tiga bulan. Angka yang cukup untuk menggerus dominasi pemain lama.

Meski terdesak di beberapa lini, Astra masih punya benteng yang kokoh. Posisinya di segmen mobil murah atau low-cost green car (LCGC) nyaris tak tersentuh. Pangsa pasarnya di segmen ini mencapai 73% pada kuartal I 2026, dengan volume penjualan 20.905 unit. Itu adalah pertahanan terkuat mereka saat ini.

Catatan: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar