JAKARTA Posisi PT Astra International Tbk (ASII) di pasar mobil dalam negeri mulai goyah. Trennya melandai di awal 2026. Salah satu pemicunya? Agresivitas pendatang baru macam BYD yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Memang, raksasa otomotif ini masih jadi pemimpin. Tapi untuk pertama kalinya dalam periode kuartal pertama, pangsa pasarnya terjun bebas ke bawah level psikologis 50%. Sebuah tanda yang jelas bahwa persaingan semakin panas.
Data dari Gaikindo menunjukkan, total penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai 209.021 unit. Nah, dari angka sebanyak itu, kontribusi Grup Astra 'hanya' 101.613 unit. Artinya, market share-nya menyusut jadi 49%.
Bandigkan dengan setahun sebelumnya. Di kuartal I 2025, Astra masih bisa menguasai 54% pasar dengan menjual 110.812 unit. Penurunan ini cukup signifikan untuk diamati.
Windy Riswantyo, Head of Corporate Communications Astra, punya penjelasan. Menurutnya, dinamika kalender turut berperan. Ramadan dan Lebaran yang berlangsung sepanjang Maret lalu memangkas hari kerja efektif, yang otomatis memengaruhi produktivitas industri.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Akan Temui Putin di Moskow Bahas Geopolitik dan Energi
Gaji Pensiunan PNS Masih Berpatokan pada PP No 8 Tahun 2024, Belum Ada Kenaikan
Jaecoo J5 EV Raih Gelar Mobil Listrik Terlaris Indonesia Maret 2026
PT Wana Rimba Nusantara Buka Lowongan Finance & Administration Officer hingga 23 April 2026