Ramadan sudah berjalan hampir seminggu. Kalau kamu yang punya usaha merasa belum juga kebagian ‘kue’ penjualan, jangan langsung panik. Percayalah, momen emas ini belum benar-benar berlalu. Masih ada waktu untuk mengejar, asal strateginya kita benahi.
Ya, bagi pelaku bisnis, Ramadan itu lebih dari sekadar bulan belanja masyarakat melonjak. Ini adalah periode kritis untuk menyelaraskan strategi pemasaran dengan ritme hidup konsumen yang berubah total. Pola konsumsi digital mereka bergeser, mengikuti waktu sahur, kerja, dan berbuka. Nah, di sinilah kuncinya: kalau kita tahu kapan mereka paling aktif dan ‘mood’-nya seperti apa, iklan kita nggak cuma numpang lewat. Bisa benar-benar nyantol dan berujung transaksi.
Jam-Jam Penting di Layar Mereka
Laporan Telkomsel Enterprise, DigiAds Ramadan Insight 2026, mengungkap pola yang menarik. Ternyata, ada waktu-waktu spesifik di mana engagement audiens melonjak jauh. Ini patut jadi acuan.
Pertama, waktu sahur (03.00-05.00). Jangan dikira sepi. Justru di jam-jam dingin ini, aktivitas digital naik lebih dari 87%. Orang-orang yang sudah bangun sahur seringnya membuka ponsel, menikmati konten ringan sebelum hari dimulai. Fokus mereka masih bagus, belum terpecah. Momen ini pas banget untuk membangun awareness brand dengan pesan singkat yang mudah diingat.
Kedua, siang hari (11.00-14.00). Saat jam istirahat kantor atau di sela menunggu waktu Ashar, orang mulai aktif lagi. Mereka browsing, cek media sosial, bahkan mulai serius membandingkan produk. Konten yang informatif dan edukatif misalnya soal manfaat produk atau testimoni biasanya lebih efektif di jam-jam ini.
Yang ketiga, dan ini prime time-nya: jelang buka puasa (16.00-19.00). Engagement paling tinggi terjadi di sini, terutama untuk urusan belanja dan hiburan. Audiens cenderung lebih impulsif dan responsif terhadap promo. Mereka mencari sesuatu untuk dibeli atau dijadikan hidangan berbuka. Strategi terbaik di slot ini? Berikan penawaran terbatas, diskon mendadak, dan call to action yang super jelas. Jangan bertele-tele.
Artikel Terkait
Warga Gugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten ke PN Soal Jalan Rusak
Kemendikdasmen Revitalisasi 389 SMK dan Salurkan Ribuan Papan Digital di Kawasan Timur
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar
DPR Desak Pemerintah Buka Data Komitmen Impor Beras dari AS