Operasi Tewaskan Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko

- Selasa, 24 Februari 2026 | 13:35 WIB
Operasi Tewaskan Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko

"Hari ini situasi sudah lebih tenang. Ada pemerintah, ada angkatan bersenjata, ada kabinet keamanan, dan koordinasi yang kuat,"

ujarnya dalam konferensi pers. Sheinbaum memastikan stabilitas negara tetap terjaga.

Namun begitu, pemerintah AS punya penilaian berbeda. Departemen Luar Negeri mereka mengeluarkan imbauan agar warga AS di Meksiko segera berlindung. Imbauan itu bahkan diperluas pada Senin, dan staf pemerintah AS disarankan kerja dari rumah.

Presiden AS Donald Trump mendesak Meksiko untuk "meningkatkan" perang melawan kartel. Bahkan, sebelumnya ia sempat mengancam akan melancarkan serangan sepihak ke wilayah Meksiko untuk menghentikan arus narkoba. Ancaman itu ditampik keras oleh Presiden Sheinbaum.

Ketegangan yang Belum Reda

Sehari setelah operasi, suasana di Tapalpa terasa ganjil. Kontras sekali. Anak-anak terlihat bermain lagi, tapi dentuman tembakan masih sesekali terdengar. Di pinggir kota, seorang pria ditemukan tewas di samping mobilnya yang bolong-bolong kena peluru.

Pasukan keamanan dengan senjata lengkap masih berpatroli, memburu sisa-sisa anggota kartel. Blokade jalan juga masih dilaporkan di beberapa titik di Jalisco.

Di Guadalajara, ibu kota negara bagian itu, aktivitas perlahan mulai kembali. Padahal hari Minggu (22/02), kota itu seperti kota mati karena warga takut keluar rumah.

Kekacauan sempat membuat lebih dari 1.000 orang terdampar semalaman di kebun binatang Guadalajara. Mereka terpaksa tidur di dalam bus demi keselamatan. Banyak keluarga dari negara bagian lain seperti Zacatecas tak bisa pulang.

"Semuanya kami izinkan tetap berada di dalam kebun binatang demi keselamatan mereka, dari anak-anak hingga lansia,"

kata Direktur Kebun Binatang Guadalajara, Luis Soto Rendón.

Cerita serupa datang dari Irma Hernández (43), petugas keamanan sebuah hotel. Ia kesulitan berangkat kerja karena transportasi umum lumpuh. Akhirnya dijemput mobil khusus dari kantornya, sementara keluarganya memilih mengurung diri di rumah.

"Saya khawatir karena tidak tahu bagaimana harus pulang jika sesuatu terjadi,"

keluhnya.

Meski situasi dikatakan mulai mereda, kekhawatiran warga masih membayang. Mereka bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya setelah salah satu raja narkoba paling berkuasa di Meksiko ini tumbang? Kekerasan baru mungkin saja mengintai di sudut-sudut kota yang masih berusaha bangkit dari trauma.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar