Nah, di sisi lain, rencana impor massal ini langsung memantik kritik. Anggota DPR RI lainnya, Ahmad Iman Sukri, menilai langkah itu justru bertolak belakang dengan komitmen Presiden Prabowo sendiri. Selama ini, Prabowo dikenal getol mendorong penggunaan produk lokal.
Buktinya? Presiden kerap menunjukkan kebanggaan menggunakan kendaraan buatan dalam negeri. Bahkan, dia mengarahkan para menteri dan pejabat tinggi untuk memakai mobil seperti Maung. Lalu, bagaimana mungkin sekarang justru membeli ratusan ribu unit dari luar?
Pertanyaan itu kini menggantung. Menunggu kepulangan Presiden dan pembahasan lebih lanjut di internal pemerintah. Apakah impor akan benar-benar diteruskan, atau ada ruang bagi produk dalam negeri untuk mengambil peran? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Cara Cek Status Desil dan Bansos Cukup dengan NIK di Situs Kemensos
Direktur Dell Indonesia Buka Suara: Belum Pernah Jual Chromebook Sebelum Proyek Kemendikbud
Timnas PK Fokuskan Pengawasan pada Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
SIG Salurkan 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir Padang