Ia menyebutkan, kontribusi itu rencananya akan diwujudkan melalui mekanisme Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF). Di sisi lain, Sugiono juga menyambut baik rencana pembukaan Liaison Office oleh Otoritas Palestina. Langkah itu dinilai bisa memperkuat koordinasi di tingkat global untuk mendorong proses perdamaian.
Dari pihak Palestina, apresiasi pun mengalir. Menlu Varsen Aghabekian Shahin secara khusus menyampaikan terima kasih atas konsistensi Indonesia. Bantuan kemanusiaan yang selama ini diberikan, katanya, sangat berarti.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk menegaskan komitmennya yang lain: mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan dan mendorong solusi dua negara berdasarkan hukum internasional. Komitmen itu tak cuma diucapkan, tapi juga akan diwujudkan dalam sebuah aksi nyata.
Jakarta berencana menggelar sesi khusus membahas Palestina pada pertengahan April 2026 nanti. Acara yang dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan KTT D-8 ini diharapkan bisa menggalang dukungan internasional yang lebih solid. Upaya ini menunjukkan, diplomasi Indonesia untuk isu Palestina terus bergerak, tak hanya di forum bilateral tapi juga di tingkat yang lebih luas.
Artikel Terkait
18 Negara Kecam Kebijakan Baru Israel di Tepi Barat sebagai Upaya Aneksasi
Harga Daging Ayam di Pasar Prawirotaman Yogyakarta Naik Menjelang Ramadan
Sudinsos Jakbar Kejar Wanita Viral Penunggak Bayar Makan dan Transportasi
Pemprov DKI Alokasikan Rp 50 Miliar dari Dana KLB untuk Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII