Jakarta - Reaksi keras berdatangan dari berbagai negara Arab. Pemicunya? Pernyataan kontroversial Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyinggung soal hak Israel atas wilayah di Timur Tengah berdasarkan tafsiran Alkitab.
Semuanya berawal dari sebuah podcast yang dipandu Tucker Carlson, komentator sayap kanan yang juga tak lepas dari kontroversi. Dalam episode yang dirilis Jumat lalu itu, Carlson mengutip sebuah ayat yang kerap ditafsirkan sebagian kalangan: bahwa Israel berhak atas tanah dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat yang melintasi Suriah dan Irak.
Menanggapi hal itu, Huckabee dengan santai bilang, "tidak masalah jika Israel mengambil semuanya." Cuma, ketika desakan makin kuat, dia berusaha melunak. Katanya, itu cuma hiperbola. Israel, menurutnya, nggak sedang berusaha menguasai seluruh kawasan.
Namun begitu, keributan sudah terlanjur terjadi.
Arab Saudi langsung menyambar. Mereka menyebut pernyataan Dubes AS itu ceroboh dan jauh dari rasa tanggung jawab. Yordania punya nada yang sama, menilai komentar Huckabee sebagai serangan terhadap kedaulatan negara-negara tetangga.
Di sisi lain, Kuwait tak kalah keras. Mereka mengecamnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Sementara Oman lebih khawatir dengan implikasinya, memperingatkan bahwa ucapan semacam itu bisa menggagalkan peluang perdamaian dan mengoyak stabilitas regional yang sudah rapuh.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor