Para siswa tidak hanya mendapat penjelasan teoritis. Mereka diajak mengenal secara langsung berbagai modus operandi kejahatan siber yang kerap menyasar anak-anak, termasuk teknik manipulatif yang dikenal sebagai grooming. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dicerna, termasuk melalui permainan edukatif, untuk memastikan pesan tersampaikan dengan baik.
Selain itu, mereka juga diberi kesempatan melihat sarana dan prasarana operasional polisi siber. Salah satu ruangan yang diperkenalkan adalah ruang khusus penanganan anak sebagai korban kejahatan online yang dikelola oleh satuan tugas Jakarta Internet Crimes Against Children (JICAC) Siber Metro Jaya. Pengenalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang upaya perlindungan yang dilakukan institusi kepolisian.
Dialog Interaktif dengan Ahli Siber Bersertifikasi
Edukasi diberikan secara bergantian oleh personel yang memiliki kompetensi khusus, dipimpin oleh Kompol Mohammad Fajar selaku Kasubdit 2. Para polisi dengan latar belakang sertifikasi ahli ini memaparkan materi dengan jelas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, seputar isu-isu keamanan digital yang mereka hadapi sehari-hari.
Program serupa telah berjalan rutin setiap minggu sejak September 2025, dengan format yang variatif, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga mengundang siswa ke markas Ditressiber. Melalui pendekatan berlapis ini, Ditressiber Polda Metro Jaya berharap dapat meningkatkan literasi digital tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua dan guru. Harapannya, kesadaran kolektif akan penggunaan internet yang bijak dan bertanggung jawab dapat terbangun, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman untuk generasi muda.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor