MURIANETWORK.COM - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya membuka ruang edukasi bagi puluhan siswa kelas 5 dan 6 dari Sekolah Cikal serta Mentari Intercultural School Jakarta, Jumat (20/2/2026). Kunjungan yang merupakan bagian dari program 'Cyber Goes To School' ini bertujuan memberikan pemahaman dini tentang ancaman dunia maya, seperti grooming, cyberbullying, dan judi online, sekaligus memperkenalkan peran polisi siber dalam penegakan hukum digital.
Edukasi Dini di Ruang Ramah Anak
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB itu diselenggarakan di Ruang Ramah Anak milik Ditressiber. Rombongan siswa yang didampingi guru dan perwakilan orang tua ini diterima langsung oleh Direktur Siber Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Roberto Pasaribu, beserta jajaran Kasubdit dan personel siber. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Jaga Jakarta Plus yang digagas Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, sebagai upaya preventif melindungi anak-anak dari kejahatan di ranah digital.
Brigjen Roberto Pasaribu menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pencegahan aktif. "Kegiatan ini adalah kegiatan preemtif dan preventif Kepolisian sebagai bagian dari program Jaga Jakarta Polda Metro, dimana Bapak Kapolda Irjen Asep Edi Suheri meminta Direktorat Siber memberikan edukasi kepada anak guna mencegah mereka sebagai korban kejahatan teknologi saat ini," jelasnya dalam keterangan tertulis.
Mengenal Modus Kejahatan dan Ruang Khusus Penanganan
Para siswa tidak hanya mendapat penjelasan teoritis. Mereka diajak mengenal secara langsung berbagai modus operandi kejahatan siber yang kerap menyasar anak-anak, termasuk teknik manipulatif yang dikenal sebagai grooming. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dicerna, termasuk melalui permainan edukatif, untuk memastikan pesan tersampaikan dengan baik.
Selain itu, mereka juga diberi kesempatan melihat sarana dan prasarana operasional polisi siber. Salah satu ruangan yang diperkenalkan adalah ruang khusus penanganan anak sebagai korban kejahatan online yang dikelola oleh satuan tugas Jakarta Internet Crimes Against Children (JICAC) Siber Metro Jaya. Pengenalan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang upaya perlindungan yang dilakukan institusi kepolisian.
Dialog Interaktif dengan Ahli Siber Bersertifikasi
Edukasi diberikan secara bergantian oleh personel yang memiliki kompetensi khusus, dipimpin oleh Kompol Mohammad Fajar selaku Kasubdit 2. Para polisi dengan latar belakang sertifikasi ahli ini memaparkan materi dengan jelas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, seputar isu-isu keamanan digital yang mereka hadapi sehari-hari.
Program serupa telah berjalan rutin setiap minggu sejak September 2025, dengan format yang variatif, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga mengundang siswa ke markas Ditressiber. Melalui pendekatan berlapis ini, Ditressiber Polda Metro Jaya berharap dapat meningkatkan literasi digital tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua dan guru. Harapannya, kesadaran kolektif akan penggunaan internet yang bijak dan bertanggung jawab dapat terbangun, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman untuk generasi muda.
Artikel Terkait
Kawasan Kota Tua Jakarta Tetap Buka Saat Ramadan 2026 dengan Penyesuaian Jam Operasional
Menteri Kebudayaan dan Dubes Yaman Bahas Kerja Sama Seni hingga Warisan Budaya
ART di Bogor Dilaporkan Dianiaya Majikan hingga Luka-luka
Ledakan Petasan Ilegal di Situbondo Tewaskan Satu Warga dan Rusak Belasan Rumah