“Kalau dulu kan gesek atau set, set. Sekarang udah des, des, des, des. Mungkin udah Rp 250 ribu, Rp 300 ribu kali ya,” tuturnya menggambarkan kemudahan yang dirasakannya.
Keberagaman Kuliner Jadi Daya Tarik Utama
Bagi Jauhari, variasi kuliner yang ditawarkan di bazar ini adalah magnet utama. Keberagaman itu tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ngabuburit yang dinantikannya selama bulan suci.
“Bulan puasa kan aktivitas kurang. Sambil ngabuburit dan ngelihat-ngelihat ke sini tuh kayaknya rame banget gitu. Banyak macamnya, enggak terbatas. Mau cari ini lagi nih kan. Wah, dari Padang, luar biasa, Jawa,” jelasnya dengan semangat.
Semangat berburu takjil itu tampaknya belum akan padam. Dengan canda, Jauhari mengungkapkan niatnya untuk terus menjelajahi bazar. “Ya sampai, sampai capek aja,” ungkapnya sambil terkekeh.
Artikel Terkait
Ganjil-Genap Kembali Berlaku, Kendaraan Berpelat Ganjil Dilarang Melintas Pagi Ini
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula