Ramadan di Gaza Diwarnai Kelaparan dan Serangan Sporadis Meski Gencatan Senjata

- Kamis, 19 Februari 2026 | 13:00 WIB
Ramadan di Gaza Diwarnai Kelaparan dan Serangan Sporadis Meski Gencatan Senjata

Kontras Kondisi di Yerusalem Timur

Sementara Gaza bergulat dengan kelaparan dan ketidakpastian, kehidupan Ramadan di Yerusalem Timur menunjukkan wajah lain. Ribuan jamaah tetap memadati kompleks Masjid Al Aqsa untuk menunaikan salat Tarawih, meski di bawah pengawasan ketat aparat keamanan. Otoritas setempat diketahui telah memberlakukan ratusan pembatasan akses bagi warga Palestina sejak awal tahun, menciptakan atmosfer yang tegang di sekitar tempat suci tersebut.

Pesan Damai di Tengah Operasi Militer

Di tengah situasi yang kompleks ini, pihak Israel menyampaikan pesan yang kontradiktif. Melalui akun media sosial resmi, militer dan Kementerian Luar Negeri Israel mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada umat Islam.

“Militer dan Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada umat Islam melalui media sosial, meski operasi militer di wilayah Palestina masih berlangsung,” jelas laporan yang mengutip pernyataan tersebut.

Ramadan dalam Duka dan Keterbatasan

Pada akhirnya, Ramadan 2026 bagi warga Gaza adalah perjalanan spiritual yang diwarnai duka mendalam dan ketidakpastian yang mencekik. Ibadah puasa yang seharusnya menjadi momentum mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat solidaritas, kini harus dijalani dengan tenaga yang terkuras oleh kelaparan dan jiwa yang terluka oleh konflik yang tak kunjung reda. Semangat ketahanan mereka diuji dalam bentuknya yang paling keras.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar