Jakarta – Laporan terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan kondisi utang luar negeri kita di penghujung tahun 2025. Angkanya memang naik sedikit, tapi otoritas bilang masih dalam kondisi yang terkendali. Tercatat, posisi ULN Indonesia pada triwulan IV 2025 menyentuh 431,7 miliar dolar AS. Kalau dibandingin sama periode sebelumnya, triwulan III, yang 427,6 miliar dolar AS, memang ada kenaikan.
Nah, siapa yang paling berkontribusi? Ternyata sektor publik. Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menjelaskan bahwa perkembangan ULN sektor publik lah yang terutama mendorong angka ini.
“Struktur ULN Indonesia tetap sehat dan dikelola secara hati-hati untuk menjaga stabilitas perekonomian,”
kata Ramdan dalam rilis resminya, Kamis (19/2/2026). Dia menegaskan bahwa pengelolaannya dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Kalau dirinci, utang pemerintah sendiri naik jadi 214,3 miliar dolar AS. Sebelumnya di triwulan III cuma 210,1 miliar. Menurut Ramdan, ini ada kaitannya dengan minat investor asing yang masih mengalir ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional kita.
“Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada SBN internasional, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global,”
ujarnya. Jadi, di tengah gejolak global, kepercayaan terhadap Indonesia ternyata masih lumayan kuat.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN