Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa institusi pendidikan harus sigap merespons perubahan ini. Kemampuan yang dibutuhkan di sektor-sektor strategis tersebut wajib diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.
"Kemampuan peserta didik di sejumlah sektor baru itu harus mampu ditanamkan pada institusi pendidikan, dalam menyikapi pergeseran kebutuhan tenaga kerja di sektor industri itu," tegas Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu.
Kolaborasi Semua Pihak untuk Realisasi
Mewujudkan sistem pendidikan yang benar-benar adaptif tentu bukan pekerjaan mudah. Rerie berpendapat bahwa upaya ini memerlukan komitmen dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas, harus terlibat aktif dalam proses transformasi ini.
Harapannya, kolaborasi yang solid tersebut dapat merealisasikan sistem yang mampu menjawab tantangan industri secara komprehensif. Pada akhirnya, langkah strategis ini diyakini akan berkontribusi besar terhadap terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.
Data terbaru turut menguatkan urgensi wacana ini. Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengungkapkan temuan yang cukup mencengangkan: sekitar 59% pekerja di dunia dinilai membutuhkan keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri. Angka ini, menurutnya, merupakan dampak langsung dari perubahan teknologi dan ekonomi global yang bergerak sangat cepat.
Artikel Terkait
Kemenag Jatim Raih Penghargaan Finalisasi Terbanyak dalam SPAN-PTKIN Award 2026
Master Limbad Gigit Knalpot Brong Saat Razia di Cianjur
KSAD Berduka, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Penumpang Berhak Refund Jika Maskapai Batalkan atau Ubah Jadwal Penerbangan