“Itu sudah diverifikasi oleh saya dan Kemenkes dan Kemendagri, tinggal dicairkan dana renovasinya. Nah itu butuh percepatan dari 8.875 rumah nakes yang rusak itu agar bisa dibayar sebelum lebaran kalau bisa,” jelas Budi.
Ia menambahkan, “Ini sekarang sudah berjalan memang progresnya, tapi butuh percepatan.”
Target Akhir Maret dan Tantangan Anggaran
Prioritas kedua adalah penyelesaian rehabilitasi fisik seluruh fasilitas kesehatan. Pemerintah menargetkan pekerjaan perbaikan ini tuntas 100 persen dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan. Untuk mewujudkan target yang ambisius ini, percepatan proses administrasi dan persetujuan anggaran menjadi kunci.
“Kita berencana akhir Maret kita memperbaiki 100% seluruh fasilitas kesehatan yang sekitar 3000-an lebih itu. Itu butuh dana Rp 529,3 miliar, surat permohonannya sudah kita sampaikan tanggal 20 Januari dan kita mohon percepatan saja persetujuannya,” tutur Menkes.
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur kesehatan pascabencana memang sering menghadapi tantangan kompleks, mulai dari logistik hingga koordinasi pendanaan. Kejelasan waktu dan kepastian anggaran, seperti yang disampaikan Menkes, menjadi faktor penentu agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu dan membawa kepastian bagi masyarakat yang bergantung pada layanan tersebut.
Artikel Terkait
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta
Kementerian China Desak Pengguna iPhone dan iPad Segera Perbarui iOS untuk Hindari Eksploitasi Aktif
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan
Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Usai Ditolak Rujuk, Satu Tewas