Riwayat Hubungan Bermasalah
Menurut keterangan keluarga korban, hubungan antara ZAAQ dan YA telah terjalin sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun, keluarga menilai hubungan tersebut tidak sehat dan penuh dinamika negatif. Upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai itu.
“Karena kami sudah menyangka jika pelaku adalah dia (YA). Temannya sendiri, warga sini,” ungkap kerabat ZAAQ, Undang Supriatna, dengan nada prihatin.
Keluarga bahkan sempat memindahkan ZAAQ ke Bandung dengan harapan menjauhkannya dari pengaruh YA. Sayangnya, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil karena YA diketahui tetap rutin mendatangi korban. Kekhawatiran keluarga kian menjadi setelah mereka mengetahui ZAAQ kerap mengalami kekerasan. Kecurigaan mereka pun langsung mengerucut saat ZAAQ hilang kontak.
Kronologi Penemuan Korban
Jasad remaja berusia 14 tahun itu akhirnya ditemukan di lokasi yang sepi pada hari Jumat. Hasil pemeriksaan visum et repertum mengungkap luka-luka serius pada tubuh korban, yang diduga disebabkan oleh tusukan senjata tajam dan pukulan benda tumpul. Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tragis ini.
Keluarga telah menyampaikan kecurigaan mereka kepada pihak kepolisian sehari setelah ZAAQ dilaporkan hilang. Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan kronologi pasti di balik insiden yang merenggut nyawa seorang pelajar ini.
Artikel Terkait
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG
Persib Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0